Rabu, 11 Mei 2011

Aksi May Day 2011

Berbeda dengan daerah lain, peringatah hari buruh di Aceh dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 11, bertepatan dengan hari pendidikan. Adapun sasaran aksinya adalah kantor Gubernur, setelah berorasi dihalaman kantor unuk menyerahkan rekomendasi pada gubernur yang diwakili oleh Asisten III massa sangat kecewa karena gubernur tidak menemui mereka,kemudian massa melakukan longmarch menuju kantor DPRA, dan dikantor inilah massa terhenti berorasi silih berganti. Beberapa orator menekankan supaya pemerintah menghilangkan sistem outsourcing, dan upah sesuai UMP.
Sedangkan 6 butir pernyataan sikap dibacakan oleh koordinator aksi tepat didepan Hasbi Abdullah (komandan DPRA), berikut pernyatannya:

1. Hapuskan Sistem Outsourcing karena sistem ini merupakan penjajahan gaya baru dan perbudakan modern.
2. Wujudkan Sistem jaminan Sosial sebagai hak dasar pekerja dan rakyat Indonesia dengan mengesahkan UU Badan penyeleggara Jaminan Sosial (BPJS)
3. Tolak upah murah yang menyengsarakan kaum pekerja/buruh di Aceh, dan tindak tegas pihak yang melaksanakan pergub No.56 tahun 2010 tentang UMP Aceh 2011.
4. Mendesak pemerintah Aceh untuk segera menciptakan llapangan kerja yang seluas-luasnya, dengan memperhatikan sumber daya alam dan potensi daerah.
5. Mendesak pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kepada pengusaha/perusahaan yang tidak peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
6. Menuntut pemerintah Aceh dan DPRA untuk mengawasi dan menindak tegas para pemilik modal /Investor , baik asing maupun domestik yang melanggar ketentuan yang berlaku dan merugikan buruh serta merusak kelestarian lingkungan Aceh.

Hidup pekerja, Hidup Buruh, Hidup Rakyat!!!!

Massa yang menamakan “ALIANSI MAYDAY 2011” ini terdiri dari beberapa lembaga, yaitu: SMUR, KSPI,KSPSI-FSPTI, KSBSI, ASPEK Indonesia, SP.BUN, FKUI, TUCC, SPPI, GAM-GB, SPAM, KOBAR-GB, SPKA, IGSA, TASK FORCE FSPMI, FIGUR ACEH, PGRI, AMPD, FPMPBS, SPAM, dan UNIMIG Indonesia. Setelah massa mendesak tidak lama setelah itu, akhirnya Hasbi Abdullah mendatangani kesepakatan dengan massa, dan akhirnya massa yang berjumlah ratusan orang ini pun membubarkan diri dengan tertib

Tidak ada komentar: